
Hegarmanah 2010,
Sekali lagi saya ke tempat ini
Bertemu teman-teman seperjuangan, dari yang sudah berpengalaman pada tahun-tahun sebelumnya maupun pendatang baru yang siap menorehkan kuasnya
Bertemu dengan Pak RT sekeluarga
Warga setempat
Tembok-tembok yang menjulang tinggi
Tembok polos yang menunggu untuk di sentuh, karena iri dengan tembok-tembok lain yang kami mural tahun-tahun sebelumnya
Sejenak mengenang kejadian-kejadian tahun-tahun sebelumnya
Dari yang senang maupun yang sedih
Jum’at, Tanggal 30 Agustus 2010
Bangun kesiangan di kontarakan, sedikit pusing karena bergadang menemani teman–teman yang sedang mengerjakan spanduk acara MURAL 2010. Dan saya pun berangkat menuju tempat mural di bonceng oleh candra. Sesampainya di tempat mural, ternyata saya dan teman-teman sudah di tunggu oleh Bapak RT dan beberapa Staf Dinas daerah setempat di karenakan akan segera melakukan pembukaan MURAL 2010 di Hegarmanah. Sejenak saya mengenang kejadian tahun lalu dan tahun lalunya lagi, karena hari ini saya telah melakukan mural yang ketiga kalinya. Selintas teringat kenangan bersama teman-teman PROCESS angakatan pertama.
Setelah pembukaan MURAL 2010 dengan simbolis goresan pertama oleh pak RT dan Staf Dinas daerah setempat, sayapun mulai membuat sketsa gambar saya. Selama saya membuat sketsa, banyak anak kecil yang bertanya saya sedang apa. Dan sayapun menjawab kalau saya sedang menggambar. Berhubung saya mengerjakan sketsa menggunakan kapur tulis, banyak anak kecil yang ingin ikut menggambar. Dan sayapun memberikan beberapa kapur tulis kepada mereka dan memberikan sebagian bagian tembok saya untuk mereka gambar, toh nanti juga bisa di hapus lagi. Tepat pukul 5 sore sketsa saya selesai, dan kamipun pulang untuk beristirahat agar lebih bersemangat untuk keesokan harinya.
Minggu, Tanggal 1 Agustus
Saya bangun terlambat hari ini. Saya melihat jam dinding sudah menunjukan jam 8 lebih. Tanpa mandi sayapun berangakat menuju tempat mural. Diantar oleh Erik teman satu kontrakan saya, saya pun sampai ke tempat mural. Sesampai di sana, ternyata teman-teman sudah memulai pengerjaan gambar mereka. Sayapun memulai pengerjaan gambar saya. Saya memulai dengan mencampur cat untuk mengerjakan proses blocking untuk background.
Tak terasa saya memblocking background gambar saya sampai jam makan siang tiba. Sayapun memanggil teman-teman untuk beristirahat makan siang. Kamipun makan siang di rumah Pak RT, karena rumah Pak RT tepat di depan tembok yang sedang kami mural.
Selesai makan siang sayapun melanjutkan mengerjakan gambar saya. Tidak terlalu lama, blocking untuk background sayapun selesai juga. Sayapun melanjutkan pewarnaan pada kaki, karena pada gambar saya point of interestnya adalah gambar kaki yang sedang menginjak batok kelapa. Sayapun mulai mencampur untuk warna kulit. Setelah selesai mewarnai kulit pada kaki, sayapun melanjutkan mewarnai kulit karakter pada gambar saya.
Tepat pukul 5 sore sayapun menghentikan kegiatan saya, karena sudah waktunya untuk pulang. Saya dan teman-teman segera membereskan cat dan kuas yang kami pergunakan tadi. Kami pun berpamitan kepada pak RT. Bersamaan dengan itu Om Dod datang. Kamipun berdiskusi sebelum pulang. Sebagian dari kami memutukan pulang terlebih dahulu, sedangkan saya dan beberapa teman tetap berdiskusi. Tak terasa sudah jam delapan malam, dan kamipun memutuskan untuk pulang. Karena saya tadi pagi berangkat diantar oleh teman, syapun pulang menggunakan angkutan kota. Saya pulang bersama teman saya yang bernama Putra “CUMIX”, karena arah kami sama menuju dago. Kamipun berhenti di Simpang Dago, dan sayapun memutuskan untuk minta jemput oleh teman saya karena ternyata angkutan kota yang menuju kontrakan saya sudah tidak ada lagi.
Senin, Tanggal 2 Agustus 2010
Saya terlambat bangun lagi hari ini karena saya tidur terlalu malam kemarin. Sayapun meminjam motor teman saya karena teman saya masih tidur dan tidak mungkin untuk memintanya mengantarkan saya lagi. Sesampainya di tempat mural, saya tidak langsung mengerjakan sisa pekerjaan saya kemarin tetapi mengambil segelas kopi hangat yag sudah disediakan Ibu RT tadi pagi. Saya menikmati kopi dan beberapa batang rokok untuk mengurangi rasa ngantuk saya karena terlambat bangun dan tidak sempat mandi.
Setelah menikmati segelas kopi, sayapun melajutkan pekerjaan saya kemarin. Seluruh bagian kulit pada karakter saya sudah saya warnai dan karena warna kulit dan warna batok kelapa masih satu keluarga warna, maka sayapun menambahkan warna hitam pada campuran warna kulit saya agar mendapatkan warna coklat tua. Sayapun mulai mewarnai gambar batok kelapa dan tali pada batok kelapa tersebut.
Setelah saya selesai mewarnai batok dan tali, sayapun beralih untuk menambahkan tekstur pada gambar tali. Saya mulai mencampur cat warna batok dengan warna hitam sedikit agar menjadi lebih gelap dan muali menggoreskan outline pada gambar tali.
Selesai membuat outline pada tali, tepat jam 5 sore dan kamipun mualai bersiap-siap untuk pulang. Setelah membereskan cat dan menyimpanya di rumah Pak RT, kamipun segera pulang.
Selasa, Tanggal 3 Agustus 2010
Hari ini sekali lagi saya bangun terlambat. Saya baru bangun tidur jam 9 pagi dan langsung berangkat menggunakan motor pinjaman milik teman saya. Sesampai di tempat mural, saya langsung menyimpan tas dan jaket saya di rumah Pak RT. Setelah saya menghabiskan segelas kopi dan sebatang rokok sebagai pengganti sarapan pagi, saya pun mengambil cat warna hitam dan kuas ukuran kecil untuk membuat outline dan warna rambut pada gambar saya.
Ternyata membuat outline pada gambar tidaklah semudah yang saya bayangkan. Mungkin karena perbedaan metode yang saya pakai pada tahun sebelumnya saya memakai ujung busa cuci piring sebagai pengganti kuas. Tapi sekarang saya menggunakan kuas yang berukuran kecil untuk membuat sebuah outline.
Waktu makan siang pun tiba. Saya dan teman-teman segera beristirahat dan menikmati makan siang. Setelah makan siang, saya memutuskan untuk beristirahat karena membuat outline sungguh melelahkan bagi saya. Dengan ditemani beberapa batang rokok, saya menghabiskan waktu istirahat saya. Terkadang saya menggoda tema-teman saya yang sedang mengerjakan gambar mereka.
Setelah saya beristirahat, sayapun melanjutkan pengoutlinenan pada gambar saya. tiba-tiba saja gerimis turun. Saya dan teman-teman pun mulai berteduh di rumah warga tapi masih ada juga teman yang melanjutkan gambarnya walaupun gerimis. Gerimis pun berubah menjadi hujan yang deras dan semua tema-teman akhirnya berteduh juga.
Cukup lama juga hujan yang mengguyur tempat mural kami. Tak terasa sudah jam 4 sore, dan hujanpun sudah berhenti. Kamipun mengecek gambar kami yang tadi terguyur hujan, dan hampir semua gambar kami catnya luntur temasuk outline saya yang tadi. Dan kamipun memutuskan untuk melanjutkan mural kami besok karena apabila dilanjutkan hari itu juga dikhawatirkan hujan akan turun lagi.
Rabu, Tanggal 4 Agustus 2010
Saya bangun pagi hari in. Saya bangun jam 6.30 pagi, dan sayapun bingung bagaimana saya bisa bangun sepagi ini. Padahal saya tidur cukup larut malam kemarin.
Sayapun berangkat memakai motor teman saya seperti hari-hari sebelumnya. Sesampainya di tempat mural, ternyata sudah ada teman saya yang bernama Arif “BOKEP” dan Ian “TARAJE” sedang menikmati kopi dan rokok mereka. Sayapun ikut bergabung untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan kamipun segera melanjutkan mengerjakan gambar kami yang kemaren sempat tertunda oleh hujan dan sedikit luntur. Sedikit demi sedikit teman-teman mulai berdatangan. Sayapun segera membetulkan gambar saya yang terkena cat yang luntur kemarin. Saya harus menambal warna-warna tersebut karena yang luntur adalah outline karakter dari gambar saya.
Setelah memperbaiki bagian yang terkena lunturan cat, saya melanjutkan proses outline. Dan ternyata proses outline hari ini berjalan cepat tidak seperti hari sebelumnya. Akhirnya gambar sayapun selesai. Akantetapi saya merasa ada yang kurang dengan background dari gambar saya. Sayapun mencampur cat warna kuning dan biru untuk mendapatkan warna hijau untuk membuat efek rumput pada background gambar saya.
Saya menggunakan kuas cat tembok yang berukuran besar dan si cat hijau tersebut tidak saya gores melainkan ditotol. Saya buat alur efek rumput dari tengah ke samping, karena gambar yang jadi point of interest dari mural saya berada di tengah. Efek rumput yang saya berikan tidaklah hanya 1 lapis atau 1 layer, melainkan 5 layer. Dari warna hijau yang paling tua sampai hijau yang paling muda.
Akhirnya selesai juga finishing karya mural saya tahun ini. Tidak lama setelah saya finishing, ternyata hujan turun lagi dan lumayan sangat deras dan ada beberapa gambar teman-teman yang catnya luntur. Sambil menunggu hujan reda, kamipun saling bercana sebari beristirahat. Ternyata hujannya lumayan lama dan kamipun mulai bosan menunggu. Alhamdulillah ada warga yang memberikan es cendol kepada kami dan alhamdulillah lebih dari cukup untuk kami ber 20. Selain cendol, warga jga ska memberikan makanan kepada kami, seperti cireng ataupun pisang goreng.
Hujanpun akhirnya reda, akantetapi teman-teman sudah tidak bersemangat mengerjakan gambarnya karena takut hujan datang lagi. Tiba-tiba handphone saya berdering dan ternyata teman saya yang ingin meliput acara kami sudah ada di depan gang tempat kami mengadakan mural. Dan sayapun mengenalkan teman saya yang bernama Teguh ”Sinyo” kepada GM kami Irvan “blutz”. Merekapun mengobrol dan sayapun kebagian tugas sebagai fotografer karena teman saya tidak membawa fotografer. Tidak lama kemudian Pak RT dan beberapa Staf Dinas setempat datang karena sudah diberitahu terlebih dahulu oleh GM kami. Setelah sesi wawancara selesai, kamipun berfoto bersama dan bersiap untuk pulang.
Jum’at, tanggal 6 Agustus 2010
Hari terakhir saya terlambat bangun lagi. Tetapi saya tidak terlalu terburu-buru karena karya saya sudah selesai. Saya memutuskan untuk berangkat ke tempat mural setelah Sholat Jum’at.
Setelah Sholat Jum’at sayapun diantar oleh teman saya karena motornya akan dipakai dan saya tidak bisa meminjamnya hari ini. Sesampainya ditempat, teman-teman banyak yang sudah mefinishing karya mereka. Akan tetapi ada 1 karya yang masih 50% lagi, yaitu karya Putra. Dia tidak dapat menyelesaikan karena dia tiba-tiba jatuh sakit. GM dan kami sepakat apabila yang karyanya sudah selesai, harap membantu penyelesaian dari karya putra.
Belum sampai 5 menit saya duduk di tempat istirahat, ada teman yang memberitahukan kepada saya “Ray, gambar lo kebaret ama motor. Kayaknya kena gas LPG”. Setelah saya cek ternyata benar dan cukup panjang si baret tersebut. Sayapun langsung menambal temok yang baret tersebut denga cat hijau sisa efek rumput yang saya pakai kemarin.
Diluar dugaan, karya Putra waktu pengerjaannya memakan waktu yang cukup lama. Dan keadaan yang gelap dan sedikit gerimis. Kamipun mengusahakan lampu neon untuk penerangan teman-teman yang membantu pengerjaan karya Putra. Dibantu oleh warga, kamipun mendapatkan lampu untuk menerangi teman-teman yang mengerjakan karya Putra. Akhirnya karya putra beres juga. Setelah itu teman-teman membereskan cat, lampu dan tangga, sedangkan saya mengantarkan Merlin ke Stasiun Kereta Api untuk plang menuju rumahnya di rancaekek.
Sepulang saya mengantar merlin, ternyata teman-teman sudah berdiskusi bersama Om Dod di rumah kontrakan yang disewa Om Dod. Kami berdiskusi banyak hal sampai tak terasa waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Kamipun pulang dan saya terpaksa meminta jemput oleh teman saya karena angkot yang menuju kontrakan saya sudah habis.
Begitulah cerita singkat saya tentang mural saya tahun ini, sayapun berterimakasih kepada bapak/ibu RT yang berkenan menyediakan tempat buat kita dan selalu menyediakan kopi dan makanan kecil di pagi hari dan menyiapkan makan siang buat kita semua dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada warga yang sudah memberikan apresiasinya kepada
kita. Dan juga kepada Ibu Lurah dan Staf-staf dinas setempat yang telah memberikan kami lahan berekspresi. Semoga mural yang di lakukan Teman-teman process membawa efek yang positive buat warga setempat. Dan semoga saya beserta teman-teman yang ain masih bisa diberi kesempatan berMURALria pada tahun-tahun selanjutnya.
Terima kasih
-DRDLCK-