Senin, 16 Agustus 2010

Bermain “SOSORODOTAN” di Belakang Hotel Grand Seriti Bandung

Akhmad Ramanda Hadi Putra -PROCESS CREATIVE


Berbekal modal seadanya, niat setulus hati, dan tenaga yang tidak seberapa, anak-anak process creative mengadakan event “Mural Budaya 2010” yang diselenggarakan di jalan Hegarmanah Gg. Panji Bandung pada tanggal 30 agustus lalu. Hal ini untuk membuktikan bahwa untuk mengabdi kepada masyarakat, perusahaan-perusahaan tidak harus menjadi sukses terlebih dahulu, atau dapat dikatakan harus jadi perusahaan besar terlebih dahulu, melainkan cukup dengan modal seadanya, niat setulus hati, dan tenaga yang tidak seberapa seperti halnya yang CV. PROCESS CREATIVE lakukan dalam bentuk event mural.

Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu mengingatkan kembali masyarakat kepada akar-akar budaya jawa barat agar mereka tidak melupakannya dan juga untuk mempertahankan akar-akar kebudayaan dari generasi ke generasi.

Seperti contoh legenda Sangkuriang, Situ Bagendit, Talaga Warna yang saat ini hampir dilupakan oleh para orang tua untuk diceritakan ke anak-anaknya. Kalau begitu terus, lama kelamaan mungkin legenda tersebut sudah tidak terdengar lagi dan tidak ada yang pernah tahu lagi. Maka dari itu anak-anak process creative berusaha melestarikan akar-akar budaya jawa barat dengan cara mengadakan event “Mural Budaya 2010”. Namun seiring berjalannya waktu dan kegiatan tersebut berlangsung, ternyata implementasi masyarakat terhadap gambar mural yang dibuat sangatlah beragam. Seperti contohnya saja gambar mural yang saya buat yaitu Permainan Rakyat Jawa Barat “Sosorodotan” (permainan seluncur dengan menggunakan batang pohon kelapa). Ada yang menyebutnya Upin & Ipin, ada juga yang menamakan karakter dalam gambar tersebut seadanya, dan banyak lagi.

Itu menandakan bahwa tujuan awal dari acara tersebut kurang berhasil. “Meskipun begitu yang penting kita sudah bisa menghibur masyarakat dengan gambar kita, itulah yang paling penting dalam hal mengabdi kepada masyarakat.” Ujar Pak Dodi Nursaiman (pendiri process creative). Benar apa yang dikatakan oleh bapak dodi nursaiman tentang pengabdian masyarakat. Memang selalu saja ada hal yang tidak tersampaikan kepada target audiens saat kita menyampaikan informasi visual terhadap mereka, namun sekali lagi itu merupakan hal yang sangat lumrah. Seperti yang dikatakan oleh bapak dodi nursaiman bahwa yang penting kita sudah bisa menghibur masyarakat dengan gambar kita. Maka secara garis besar sebenarnya apa yang diharapkan oleh anak-anak process creative tercapai.

Sangat senang rasanya melihat antusiasme masyarakat sekitar yang begitu mendukung acara ini. Terima kasih kepada ibu Lurah, bapak RW 3, bapak RT 3, serta masyarakat sekitar yang telah mendukung acara ini sampai berjalan dengan lancar. Sungguh momen yang tak terlupakan di tahun 2010 ini bagi diri saya sendiri. Mudah-mudahan tahun depan acara ini dapat terselenggara lagi dengan perencanaan dan persiapan yang lebih matang. Amin.
  

1 komentar: