Rabu, 25 Agustus 2010

Malin Kundang

Windy L Pebriani-PROCESS CREATIVE 

 Berawal dari kata bijak yg pernah saya dengar yaitu Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Kata-kata inilah yang memulai saya berani untuk melakukan kegiatan MURAL yang dilaksanakan PROCESS CREATIVE tanggal 30 July lalu di gang Panji Hegarmanah. Kata MURAL awalnya sangat asing ditelinga saya. Di Process Creative inilah saya mengenal apa itu namanya MURAL. MURAL merupakan suatu kegiatan dimana kita menggambar atau melukis diatas media dinding atau tembok.

Dari tema MURAL yang mengangkat mengenai kearifan lokal saya mengambil cerita mengenai Malin kundang. Sedikit melenceng dari tema yang di sarankan Pak dodi yaitu pembimbing kami di process. Seharusnya tema kearifan lokal harus dari daerah Jawa Barat dan saya mengambil tema dari daerah Sumatra Barat. Tapi itu bukan masalah, karena pada intinya kita menyampaikan kearifan budaya lokal sebagai sarana edukasi terhadap masyarakat.

Sedikit bercerita tentang pengalaman mural saya, hari pertama mural pun dilaksanakan. Dengan perasaan penuh takut saya bergegas menuju Hegarmanah yaitu tempat dimana mural dilaksanakan. Saat tiba di gang Panji anak-anak Process yang lain sudah berkumpul dengan sebuah koclokan di tangan, tujuannya anak-anak mau mengundi tempat dimana kita akan menggambar. Woo ternyata ga semua tembok yang diundi bagus. Ada 3 bagian tembok yang bertekstur kasar, saya menyebutnya tembok “korodok”. Ah mimpi buruk buat saya jika dapet tembok itu. Ketakutan pun begitu besar. Satu demi satu pengundian pun berlangsung. Ya dengan perasaan sedikit lega karena 2 tembok korodok sudah keluar. Tapi masih ada satu tembok korodok yang blum keluar. “Ya Tuhan ini pengalaman pertama mural saya, masa saya harus dapet tembok korodok”, itu gumam saya dalam hati. Dan giliran saya untuk mengundi pun tiba, dengan perasaan penuh takut dan was-was saya mengeluarkan kertas undian. Dan saat dibuka! Ahhh tidakk!! ZOONKK..!! saya mendapat tembok korodok. Tangan langsung gemeteran, perasaan ga karuan. Ya tapi mu gimana lagi, ini takdir, dan menurut saya ini takdir yang lumayan kejam.hhehe pikir saya waktu itu. Tapi dsini saya dituntut untuk lebih bekerja keras, jangan putus asa, karena semuanya belum dicoba.

Saya memulai sketsa gambar dengan kapur tulis, cobaan datang lagi sketsa ga bisa dibuat karena tembok korodok susah untuk di gambar dengan kapur tulis, hmmb yang ada kapurnya mala kayak diparut, mudah sekali abis. Akhirnya saya memulai semuanya tanpa sketsa, langsung mewarnai gambar dengan cat. Ya lumayan sulit karena tekstur tembok yang kasar membuat saya harus mewarnai berulang-ulang. Di tengah-tengah ngemural banyak anak-anak di sekitar gang Panji yang melihat saya menggambar, dan mereka tau bahwa yang saya gambar adalah cerita malin kundang . Yes!! :D Perasaan bahagia pun datang karena ini menandakan saya dapat menyampaikan bahwa itu cerita malin kundang. Dan sambil menggambar saya pun bercerita dengan anak-anak mengenai malin kundang yang durhaka pada ibunya, dan akhirnya dia dikutuk menjadi batu. Anak-anak merespon cerita saya, mereka bilang “berarti kita ga boleh durhaka ma mama,bisi di kutuk” :D ya kurang lebih seperti itu. Mungkin ini salah satu tujuan dari mural ini, yaitu memberikan edukasi terhadap masyarakat sekitar mengenai budaya kearifan lokal.

Hari demi hari berlalu dan saya semakin nyaman dengan tembok korodok yang saya gambar, ternyata tembok ini mudah untuk di gradasi warnanya karena tekstur tembok yang kasar yang mudah membuat cat menjadi satu kesatuan. Akhirnyaa ini lah yang dinamakan anugrah dalam musibah. Makasih Tuhan,, ..

Hari ketujuh pun datang, ini adalah hari terakhir ngemural. Dan gambar saya pun selesai di hari ini. Ya dengan perasaan sangat senang sekaligus bangga saya dapat menyelesaikan Mural ini.  terima kasih Tuhan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan buat saya. Terima kasih juga kepada semua warga gang Panji yang telah menerima kami dengan baik. Semoga hasil kerja kami dapat bermanfaat dan menjadi kontribusi positif bagi masyarakat. amin

2 komentar:

  1. Bagus bagus!!

    itu jari ibu malin kundang msh orisinil (enam jari) hehehe!!

    BalasHapus
  2. aahhhhh membuka aib ni kmu kii GGRrrrr

    ssstttt,,!! jgn bilang2 att..
    ntar liat bls dendam lah.. lagi mikir.. :D

    BalasHapus